Agustus 29, 2026

Canggu Tercekik Macet, 3 Skema Rekayasa Lalu Lintas Mulai Disiapkan

Kemacetan lalu lintas pada malam hari di Tibubeneng, Badung, Bali. (Foto: Angga Wijaya)

Kuta Utara, bicarabalinews.com – Kemacetan yang semakin padat di kawasan Canggu dan Tibubeneng, Kabupaten Badung, mendorong kepolisian bersama pemerintah daerah menyiapkan sejumlah skema rekayasa lalu lintas.

Salah satu opsi yang disiapkan adalah penerapan sistem satu arah (one way) di sejumlah ruas yang selama ini menjadi titik kepadatan kendaraan.

Dikutip dari laman Dinas Perhubungan Kabupaten Badung, langkah tersebut dibahas dalam rapat koordinasi dan survei penanganan kemacetan yang digelar jajaran Direktorat Lalu Lintas Polda Bali bersama Dinas Perhubungan Kabupaten Badung, Kepolisian Sektor Kuta Utara, pihak kecamatan, serta pemerintah desa di Aula Kantor Camat Kuta Utara, Senin (24/8/2026).

Pertemuan dihadiri langsung oleh Wadirlantas Polda Bali, Kabag Ops Ditlantas Polda Bali, Kasat Lantas Polres Badung, Kanit Lantas Polsek Kuta Utara, Kepala Dinas Perhubungan Badung beserta Kabid Lalu Lintas, Sekcam Kuta Utara, serta para Perbekel/Kepala Desa di kawasan Canggu, Dalung, dan Tibubeneng.

Rapat lintas-sektoral membahas rekayasa lalu lintas di Canggu dan Tibubeneng, Kuta Utara, Badung, Senin. (Foto: Dinas Perhubungan Kabupaten Badung)

Kepala Dinas Perhubungan Badung menyampaikan bahwa pertemuan tersebut difokuskan untuk merumuskan langkah penanganan prioritas pada dua titik krusial kemacetan, yakni wilayah Tibubeneng dan Canggu.

Menurutnya, penanganan kemacetan membutuhkan sinergi seluruh elemen, mulai dari kepolisian, pemerintah daerah, kecamatan hingga pemerintah desa. Kolaborasi tersebut diperlukan agar rencana rekayasa arus lalu lintas dapat berjalan efektif.

Canggu Jadi Perhatian

Wadirlantas Polda Bali mengapresiasi kolaborasi lintas instansi dalam menangani persoalan lalu lintas di Kuta Utara.

Canggu, menurutnya, merupakan destinasi pariwisata internasional dengan dinamika lalu lintas yang sangat tinggi. Kondisi tersebut membuat pengaturan arus kendaraan menjadi tantangan tersendiri.

Dari 24 titik pemantauan kemacetan yang ada, tim gabungan berupaya menentukan skala prioritas utama. Langkah ini dilakukan agar penanganan dapat difokuskan pada titik yang paling membutuhkan intervensi.

Salah satu titik yang menjadi perhatian adalah Shortcut Canggu.

Kanit Lantas Polsek Kuta Utara menyoroti tingginya kepadatan lalu lintas di jalur tersebut. Shortcut Canggu kini menjadi jalur alternatif yang padat kendaraan, terutama bagi kendaraan dari Tibubeneng menuju Canggu.

Untuk mengantisipasi kepadatan, penempatan personel gabungan bersama Bakamda Desa Canggu telah rutin dilakukan. Pengaturan lalu lintas di jalur tersebut berlangsung mulai pukul 14.00 WITA hingga malam hari.

Namun, persoalan kemacetan tidak hanya berada di Canggu dan Tibubeneng.

Desa Dalung juga menjadi perhatian, terutama terkait penertiban pedagang yang menggunakan badan jalan di kawasan Perumahan Dalung Permai.

Kepadatan juga terjadi di Simpang Futsal yang merupakan perbatasan Padangluwih dan Kerobokan, serta kawasan Kwanji dan Gaji.

Tiga Skema Rekayasa Lalu Lintas

Hasil pengecekan dan evaluasi di lapangan menghasilkan beberapa rencana rekayasa lalu lintas yang akan dikaji dan diuji coba.

Pertama, Simpang Pasar Smart Tibubeneng.

Di titik ini direncanakan penerapan sistem satu arah (one way). Kendaraan dari arah utara, yakni Perumahan Canggu Permai, dilarang melintas menuju selatan.

Sebaliknya, kendaraan dari arah selatan, yakni Simpang Lapangan Tibubeneng, diizinkan masuk menuju arah utara.

Kedua, kawasan Desa Tibubeneng hingga Atlas.

Pemerintah dan kepolisian juga mengkaji pemberlakuan jalur satu arah di seputaran Kantor Desa Tibubeneng hingga kawasan Atlas.

Namun, skema tersebut masih dalam proses pengkajian secara intensif sebelum diterapkan.

Ketiga, Shortcut Canggu.

Jalur yang selama ini menjadi salah satu alternatif utama kendaraan dari Tibubeneng menuju Canggu tersebut direncanakan menjadi jalur satu arah untuk semua jenis kendaraan.

Dalam skema yang direncanakan, akses masuk hanya diperbolehkan dari arah barat, yakni dari Canggu.

Diharapkan Tak Sekadar Atasi Macet

Berbagai skema tersebut merupakan hasil pengecekan dan evaluasi lapangan yang dilakukan jajaran terkait. Penerapannya akan melalui uji coba dan penataan lebih lanjut pada sejumlah titik yang dianggap krusial.

Pemerintah Kabupaten Badung bersama kepolisian berharap rekayasa lalu lintas tersebut dapat mengurai arus kendaraan secara berkelanjutan di wilayah Kuta Utara.

Penanganan kemacetan dinilai semakin penting mengingat Canggu merupakan salah satu destinasi pariwisata internasional dengan aktivitas lalu lintas yang sangat tinggi.

Dengan pengaturan arus yang lebih terukur, pemerintah dan kepolisian berharap mobilitas masyarakat dapat tetap berjalan, sementara aktivitas pariwisata dan perekonomian di kawasan Canggu, Tibubeneng, dan sekitarnya tidak terganggu oleh kepadatan lalu lintas. (WIJ/BBN)

 

Berita Terkait