Kuta Utara, bicarabalinews.com – Upaya membentengi generasi muda dari ancaman narkoba dilakukan dengan pendekatan kreatif. Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Badung bersama Komunitas Nak Muda Berkarya menggelar “Merdeka Tanpa Narkoba” yang memadukan pagelaran seni, edukasi antinarkoba, serta peluncuran dan pengukuhan Duta Bersinar (Bersih Narkoba) Kecamatan Kuta Utara.
Kegiatan tersebut berlangsung di Mie Kober Dalung, Kuta Utara, Kamis (27/8), dengan dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Badung. Ratusan siswa dari SMP Negeri 1, SMP Negeri 2, SMP Negeri 3, dan SMP Negeri 4 Kuta Utara mengikuti kegiatan yang dirancang sebagai ruang kampanye positif bagi kalangan pelajar.
Acara dihadiri Bunda Anti Narkoba Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, Kepala BNNK Badung, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Badung, perwakilan Kesbangpol Badung, Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokompim), serta Kepala Bagian Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Badung.
Momentum utama kegiatan ditandai dengan pengukuhan para Duta Bersinar Kecamatan Kuta Utara oleh Nyonya Rasniathi Adi Arnawa bersama Kepala BNNK Badung AKBP Dewa Ketut Darma Aryawan.
Pengukuhan tersebut menjadi penanda dimulainya peran para Duta Bersinar sebagai teladan sekaligus penggerak kampanye hidup sehat tanpa narkoba, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Rasniathi mengatakan generasi muda merupakan aset penting bagi keberlanjutan bangsa. Karena itu, mereka harus mendapatkan perlindungan dari ancaman penyalahgunaan narkoba.
“Kita wajib melindungi mereka dari ancaman narkoba agar kelak tumbuh sehat, cerdas, dan bermanfaat. Mari bangun lingkungan yang peduli dan penuh kasih sayang agar anak-anak siap melangkah menuju masa depan gemilang,” ujar Rasniathi.
Ia juga mengapresiasi pendekatan kreatif yang dilakukan melalui program berbasis teman sebaya. Menurutnya, keberadaan Duta Bersinar diharapkan tidak berhenti pada seremoni pengukuhan, tetapi mampu menjadi agen perubahan yang nyata di lingkungan masing-masing.
Kepala BNNK Badung AKBP Dewa Ketut Darma Aryawan menegaskan, generasi muda memiliki posisi strategis sebagai salah satu pilar menuju Indonesia Emas 2045. Karena itu, edukasi mengenai bahaya narkoba perlu dilakukan sejak dini.
Remaja, kata dia, perlu memiliki pemahaman yang kuat sehingga berani mengambil sikap dan berkomitmen mengatakan “TIDAK” terhadap narkoba.
“Penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika, psikotropika, dan bahan adiktif lainnya masih menjadi tantangan serius di Bali. Pencegahan tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah maupun aparat penegak hukum,” demikian semangat yang dibawa dalam kegiatan tersebut.
Gerakan pencegahan membutuhkan keterlibatan keluarga, lembaga pendidikan, dunia usaha, organisasi kepemudaan, hingga seluruh lapisan masyarakat.
Melalui “Merdeka Tanpa Narkoba”, BNNK Badung dan Nak Muda Berkarya menjadikan seni dan pendekatan teman sebaya sebagai sarana menyampaikan pesan antinarkoba kepada pelajar.
Sebagai tahap awal, program tersebut menyasar seluruh SMP Negeri di Kecamatan Kuta Utara. Tak hanya edukasi mengenai bahaya narkoba, para siswa juga mendapatkan materi keselamatan berkendara atau safety riding sebagai bekal untuk menjaga keselamatan mereka saat berada di jalan raya.
Program ini sekaligus menegaskan bahwa membangun generasi muda yang sehat bukan hanya soal menjauhkan mereka dari narkoba, tetapi juga menciptakan lingkungan yang mendukung mereka tumbuh aman, aktif, dan bertanggung jawab. (WIJ/Rls

