Agustus 14, 2026

Usai Sukses di Medan, Tubuh yang Menari Kini Tampil di Bali Jani

DENPASAR, Bicarabalinews.com – Setelah menuai apresiasi di panggung nasional, pementasan teater modern Tubuh yang Menari kembali hadir di hadapan publik Bali. Karya yang disutradarai Nanoq da Kansas itu akan dipentaskan dalam rangkaian Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026, Jumat (24/7/2026) pukul 17.00 Wita di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali, Denpasar.

Diproduksi oleh Yayasan Kertas Budaya Indonesia, pertunjukan ini merupakan adaptasi dari novel Tarian Bumi karya Oka Rusmini dengan naskah adaptasi yang ditulis Sasti Gotama. Melalui pendekatan teater tubuh yang eksperimental, Tubuh yang Menari mengangkat persoalan cinta, kasta, tradisi, dan perjuangan perempuan Bali dalam menentukan jalan hidupnya.

Pementasan kali ini diperankan oleh Kadek Chintya Ayu Bestari, Ni Putu Ayu Puspita Dewi, dan Putu Galang Andika Pratama. Pada produksi terbaru ini, Galang menggantikan Kanahaya Elang Semesta yang tampil pada pementasan sebelumnya. Produksi juga didukung oleh Teater Solagracia SMAN 1 Negara dan Teater Tanpa Nama SMAN 2 Negara.

Pementasan Tubuh yang Menarik pada Festival Teater Indonesia (FTI) tahun 2025 di Medan, Sumatera Utara. (Foto: Dok. BET)

Sutradara Nanoq da Kansas mengatakan, Tubuh yang Menari bukan sekadar memindahkan cerita dari karya sastra ke atas panggung, melainkan menghadirkan pengalaman artistik yang bertumpu pada tubuh sebagai medium utama penyampaian makna.

“Di panggung ini, tubuh bukan sekadar alat untuk memerankan tokoh, tetapi menjadi bahasa yang berbicara tentang pengalaman perempuan, tentang tradisi, dan tentang kebebasan. Kami ingin penonton tidak hanya memahami cerita, tetapi juga merasakannya,” ujar Nanoq.

Kembalinya Tubuh yang Menari ke panggung Bali membawa rekam jejak yang tidak sederhana. Pada 2025, karya ini dipentaskan oleh Bali Eksperimental Teater (BET) dalam Festival Teater Indonesia (FTI) 2025 di Medan, Sumatera Utara. Penampilan tersebut menjadi salah satu tonggak penting bagi kelompok teater asal Negara, Jembrana, itu karena berhasil tampil di ajang teater nasional bersama kelompok-kelompok dari berbagai daerah di Indonesia.

Pementasan Tubuh yang Menarik di Medan, Sumatera Utara pada 2025. (Foto: Dok. BET)

Saat dipentaskan di Medan, Tubuh yang Menari mendapat apresiasi atas eksplorasi artistiknya yang memadukan gerak tubuh, musik, dan visual panggung menjadi pengalaman teater yang kuat secara estetis maupun emosional. Tubuh para pemain menjadi bahasa utama untuk menyampaikan pergulatan tokoh-tokohnya, sementara dialog hadir sebagai pelengkap, bukan sebagai pusat pertunjukan.

Sutradara Nanoq da Kansas (tengah) bersama anak-anak didiknya yang tergabung dalam Yayasan Kertas Budaya Indonesia. (Foto: Dok. Pribadi)

 

Momentum tampil di Festival Seni Bali Jani VIII menjadi kesempatan bagi publik Bali untuk kembali menyaksikan karya yang pernah mengharumkan nama Jembrana di panggung nasional. Produksi terbaru ini menghadirkan penyegaran melalui komposisi pemain baru tanpa mengubah gagasan utama pertunjukan, yakni menjadikan tubuh sebagai ruang ekspresi yang mampu menyampaikan persoalan-persoalan kemanusiaan secara mendalam.

Sebagai kelompok seni yang tumbuh dari Negara, Jembrana, Yayasan Kertas Budaya Indonesia terus mengembangkan teater eksperimental yang berpijak pada realitas sosial dan kebudayaan Bali. Melalui Tubuh yang Menari, kelompok ini mengajak penonton merenungkan kembali relasi antara tradisi, kuasa, dan kebebasan perempuan melalui bahasa artistik yang puitis dan reflektif.

Pementasan ini terbuka bagi masyarakat umum, pegiat seni, mahasiswa, pelajar, serta pencinta teater yang ingin menyaksikan salah satu sajian teater modern dalam rangkaian Festival Seni Bali Jani VIII Tahun 2026. (WIJ)

 

Berita Terkait