DENPASAR, Bicarabalinews.com – Minikino terus memperkuat ekosistem film pendek Indonesia melalui berbagai program pengembangan talenta, kompetisi, edukasi, hingga distribusi karya menjelang penyelenggaraan Minikino Film Week 12 (MFW12) Bali International Short Film Festival yang akan digelar pada 11 hingga 18 September 2026 di Bali.
Direktur Festival Minikino, Edo Wulia, mengatakan rangkaian pra-festival tahun ini difokuskan untuk memperkuat kapasitas sineas Indonesia agar mampu bersaing di tingkat internasional. Menurutnya, Minikino tidak hanya menghadirkan festival, tetapi juga membangun fondasi industri film pendek secara berkelanjutan.
“Tahun ini empat pilar utama pra-festival yang kami sorot adalah program edukasi literasi film pendek, ko-produksi animasi internasional KORINCO, kompetisi produksi Begadang 10 Tahun, aktivasi jaringan pertukaran program Indonesia Raja 2026, dan inisiatif pengembangan talenta SHORTS UP 2026,” ujar Edo Wulia.
Salah satu agenda utama adalah Begadang 10 Tahun, kompetisi produksi film pendek yang menantang peserta menyelesaikan film berdurasi maksimal lima menit hanya dalam waktu 34 jam. Kompetisi ini diikuti 50 tim dari berbagai daerah di Indonesia, dengan 31 tim berhasil menuntaskan tantangan tersebut.
Dari jumlah itu, sebanyak 10 film terpilih akan diputar perdana pada MFW12 sekaligus bersaing memperebutkan penghargaan utama. Film-film tersebut antara lain Dear Mie Instant, A Great Adventure, Kuncitara, Arwah Tanpa Jatah, Andai Aku Jadi Robot, Comfortly Discomfort, Kujelang, Thermopati, Balthazar, dan Umbrella(s).
Selain kompetisi, Minikino juga menghadirkan SHORTS UP 2026, program pengembangan talenta yang menyasar sineas muda. Program yang berjalan sejak 2024 ini dirancang untuk menjembatani kesenjangan keterampilan dan akses pengetahuan bagi pembuat film baru.
Empat tim atau penulis terpilih akan memperoleh pendampingan intensif dari sineas profesional Indonesia maupun mancanegara. Mereka juga mendapatkan pelatihan presentasi proyek secara profesional sebelum mempresentasikan karya kepada pelaku industri nasional dan internasional dalam 8th Short Film Market yang menjadi bagian dari MFW12.
“Di sisi distribusi, Minikino kembali menggelar Indonesia Raja 2026, program pertukaran film pendek yang telah memasuki tahun ke-12. Program ini menampilkan kurasi film dari enam wilayah, yakni Sumatra, Bali dan Nusa Tenggara, DI Yogyakarta, Jakarta Metropolitan, Jawa Barat, serta Jawa Tengah,” kata Edo Wulia.
Sebanyak 97 film pendek Indonesia mendaftar pada edisi tahun ini. Program tersebut akan didistribusikan ke berbagai daerah di Indonesia mulai 13 Juli 2026 hingga 1 Juli 2027 melalui jaringan pemutaran yang dibangun bersama berbagai mitra.
Minikino juga melanjutkan KORINCO (Korea-Indonesia-Colombia), program lokakarya animasi stop-motion untuk anak-anak berusia 10-12 tahun yang digelar bersama SESIFF Korea Selatan dan Bogoshorts Kolombia. Tahun ini workshop berlangsung pada 24–26 Juli 2026 bekerja sama dengan SDN 5 Dauh Puri, Denpasar.
Melalui program tersebut, peserta dari tiga negara bekerja sama membuat film animasi pendek yang nantinya diputar pada festival film internasional di Indonesia, Korea Selatan, dan Kolombia.
“Selain empat program utama tersebut, Minikino juga menjalankan sejumlah inisiatif lain, seperti Lensa Iklim Bali Short Film Fellowship, program magang bagi penulis kritik dan ulasan film, serta berbagai kegiatan pendukung lainnya,” jelas Edo Wulia.
Melalui kombinasi kompetisi, pendidikan, distribusi, dan kolaborasi internasional, Minikino berharap MFW12 tidak hanya menjadi ajang pemutaran film pendek, tetapi juga menjadi ruang yang memperkuat daya saing sineas Indonesia sekaligus membuka jalan bagi karya-karya film pendek nasional menembus pasar global.(WIJ/Rls)

