DENPASAR, BicaraBaliNews.com – Festival Seni Bali Jani (FSBJ) dinilai memiliki peran penting sebagai ruang bagi generasi muda Bali untuk mengembangkan bakat, kreativitas, sekaligus memperkuat kecintaan terhadap seni budaya di tengah derasnya arus perkembangan teknologi digital.
Hal itu disampaikan Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, saat menghadiri pagelaran musik “Sang Surya Sampun Metangi: Menyongsong Indahnya Permata Khatulistiwa” yang dipersembahkan Sanggar Eka Mahardika Putra dalam rangkaian Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 di Taman Budaya Art Center Denpasar, Selasa (14/7/2026).
Pertunjukan tersebut menampilkan kolaborasi musik pop modern dengan sentuhan etnik Bali. Selain menghadirkan harmoni musikal yang khas, para seniman muda juga menyisipkan pesan pelestarian lingkungan melalui ajakan membiasakan pemilahan sampah berdasarkan sumber dan jenisnya.
Putri Koster mengaku bangga melihat perkembangan kemampuan para seniman muda Bali yang dinilainya semakin berani mengekspresikan kreativitas melalui karya seni.
“Saya sangat senang melihat bakat talenta-talenta muda yang semakin terasah,” ujarnya.
Menurutnya, generasi muda tidak cukup hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga perlu mengasah keterampilan nonteknis atau soft skills, seperti kemampuan berkesenian, bekerja sama, dan membangun rasa percaya diri melalui berbagai ruang kreatif.
Karena itu, Festival Seni Bali Jani dipandang sebagai salah satu instrumen penting dalam membangun ekosistem seni yang sehat sekaligus memberikan kesempatan bagi talenta muda untuk terus berkarya.
“Itulah salah satu tujuan Festival Seni Bali Jani, yakni mewadahi dan mengembangkan talenta-talenta muda agar tetap aktif dan berkreativitas di tengah gempuran gawai,” kata Putri Koster.
Ia berharap semangat pembinaan yang dibangun melalui Festival Seni Bali Jani dapat diperluas hingga ke tingkat kabupaten dan kota melalui penyelenggaraan festival maupun berbagai ajang kreativitas yang melibatkan generasi muda.
Dalam kesempatan itu, Putri Koster juga mengapresiasi konsep pertunjukan yang memadukan musik modern dengan kekayaan instrumen tradisional Bali.
Menurutnya, perpaduan tersebut membuktikan bahwa seni kontemporer dapat berkembang tanpa meninggalkan akar budaya.
“Ini merupakan perpaduan musik pop modern dengan nuansa Bali yang menghasilkan sajian musik yang unik. Unsur etnik, akar budaya, instrumen, dan gamelan Bali berpadu harmonis sehingga menghadirkan pengalaman musikal yang khas,” ujar Ibu Putri yang juga seorang seniman dan penulis puisi ini
Ia berharap Festival Seni Bali Jani terus menjadi ruang apresiasi, edukasi, sekaligus regenerasi bagi seniman muda Bali. Dengan demikian, festival ini diharapkan semakin diminati masyarakat dan mampu melahirkan karya-karya kreatif yang memperkuat identitas budaya Bali di tengah perkembangan zaman.
Melalui Festival Seni Bali Jani, Pemerintah Provinsi Bali juga terus mendorong lahirnya sumber daya manusia yang kreatif, berkarakter, dan tetap berakar pada nilai-nilai budaya Bali sebagai implementasi visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana dalam Bali Era Baru. (WIJ/Rls)

